Thursday, December 26, 2013

26122013

masalah,
kecanduan akan dirimu itu mudah.
melihatmu, aku tercandu

kau adalah kebiasaanku
kau hilang,
aku sakau!

26122013

bagaiman tidak hanya hatimu yang merindukan dia, tetapi tubuhmu juga?

bukankah itu menyiksa?
bukankah itu sulit?
rasa yang sudah mendarah daging bukankah itu menyiksa?

rindu itu bagai candu,
ketika tidak ada dirinya, maka kau sakau!

Sunday, December 22, 2013

memperbaiki diri

memperbaiki diri yaitu dengan bergantung kepada diri sendiri.

karena yang dapat memperbaikik diri hanyalah diri sendiri, yaitu dengan menerima, mengikhlaskan keadaan, mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang dapat membangun diri sendiri.

Jangan dengan menggantungkan diri kepada orang lain, orang lain hanyalah sebagai penolong sementara, ketika orang lain itu hilang maka rasa kehancuran itu akan kembali lagi. ini di sebabkan ada yang hilang dari kebiasaan yang biasa kita lakukan dengan orang lain itu yang hanya menimbulkan kekecewaan.

kita memerlukan waktu untuk menemukan jati diri kita kembali tanpa orang lain.

i love you

i love you,
that means the whole of you
even your darkness side

Friday, December 20, 2013

pertemanan

teman itu tidak lekang oleh waktu.
mass pertemanan itu sementara ( sementara juga sementara).

walau sudah berteman bertahun tahun, tetapi yang kita rasakan rasanya hanya baru sesaat terjadi dan apa yang telah terjadi belum tentu dat terkadi ladi di masa depan.
mungkin  dulu terbiasa tiap hari ketemu, tetapi sekarang hanya 3 bulan sekali dan bertemu  dalam beberpa jam saja atau yang lebih parahnya tidak dapat bertemu dalam bertahun-tahun.

teman = anugrah
massa pertemanan = hal yang berharga

Wednesday, December 18, 2013

kindness

before you know what kindness really is
you must lose thing,
feel the future dissolve in a moment
like a salt in a weakened broth.
what you held in your hand,
what you counted and carefully saved,
all this must go so you know how desolate the landscape
can be between region of kindness
how you ride and ride
thinking the bus will never stop,
the passengers eating maize and chicken
will stare out the window forever

before you learn the tender gravity of kindness,
you must travel where the indian in white poncho
lies dead by the side of the road.
you must see how this could be you,
how he was someone
who journeyed through the night with plans
and the simple breath that keep him alive.

before you know kindness as the deepest thing inside,
you must know sorrow as the other deepest thing.
you must wake up with sorrow.
you must speak it till your voice catches the thread
of all sorrows and you see the size of cloth.

the it is only kindness that makes sense anymore,
only kindness that ties your shoes and sends you out into
the day to mail letters and purchase bread,
only kindness that raises it's head from the crowd of
the world to say it is i you have been looking for
and then goes with you everywhere like a shadow or a friend.


Naomi Shibab Nye, from the word under the words; selected poems

Sunday, December 8, 2013

waktu

waktu itu seperti bintang jatuh,
begitu cepat tetapi banyak kejadian, harapan dan makna dalam proses itu.

my love

how i can say i love you,
if you are not here beside me?

how can you feel my love,
if you are not realize that is me?

how can i touch and look at you,
if you are never look at me?

how i can feel you,
if you are not you anymore?

rintik hujan dan evolusi hati

bayangkanlah, apabila setiap rintik hujan dapat bercerita tentang kepedihan dan kebenaran dunia.
manusia mendengarkan kepedihan, merintikan air mata penuh rasa iba.
manusia tidak dapat melakukan apapun, semua telah terjadi .
maka rintik hujan pun membisu agar manusia tidak bersedih.
tapi apa daya rintik hujan?
dunia terlalu adil, dunia tidak segan-segan mengenai kenyataan.
hati manusia yang terbuat dari baja, mencair akibat panasnya kenyataan.
hati manusia berevolusi, kulit bajanya mencair dan tertinggal daging yang sangat mudah terluka.

membisu

malam sunyi,
langit begitu resah sehingga ia berkata,
yang kau tahu dan tidak,
suka atau tidak!
langit terlalu letih membisu